What is HTML?

HTML is the lingua franca for publishing hypertext on the World Wide Web. It is a non-proprietary format based upon SGML, and can be created and processed by a wide range of tools, from simple plain text editors - you type it in from scratch - to sophisticated WYSIWYG authoring tools. HTML uses tags such as <h1> and </h1> to structure text into headings, paragraphs, lists, hypertext links etc. Here is a 10-minute guide for newcomers to HTML. W3C's statement of direction for HTML is given on the HTML Activity Statement. See also the page on our work on the next generation of Web forms, and the section on Web history.

What is XHTML?

The Extensible HyperText Markup Language (XHTML™) is a family of current and future document types and modules that reproduce, subset, and extend HTML, reformulated in XML rather than SGML. XHTML Family document types are all XML-based, and ultimately are designed to work in conjunction with XML-based user agents. XHTML is the successor of HTML, and a series of specifications has been developed for XHTML. See also: HTML and XHTML Frequently Answered Questions

Recommendations

W3C produces what are known as "Recommendations". These are specifications, developed by W3C working groups, and then reviewed by Members of the Consortium. A W3C Recommendation indicates that consensus has been reached among the Consortium Members that a specification is appropriate for widespread use.
In general, XHTML specifications include implementations of their requirements in various syntaxes (e.g., XML DTD, XML Schema, RelaxNG). These implementations are normative, and are meant to be used either as building blocks for new markup languages (e.g., XHTML Modularization) or as complete markup language implementations (e.g., XHTML 1.1).
While a normative part of the W3C Recommendation in which they are presented, these implementations are also code containing potential errors or omissions. When such errors are discovered, it is sometimes important that they be addressed very quickly to ensure that technologies relying on the implementations work as expected (e.g., validators and content authoring systems). The W3C process allows for the publication and frequent updating of errata, but unfortunately this process does not enable implementations to be quickly updated. As a result, the XHTML 2 Working Group has adopted the following concerning the production and evolution of its implementations:
  • All implementations will adhere to the naming convention(s) and evolution rules as defined in XHTML Modularization. These names include both Formal Public Identifiers and System Identifiers. These conventions require that the System Identifier must include a revision number. This revision number is ONLY incremented when a revision is not backward compatible.
  • Each applicable Recommendation will include fixed, unchanging versions of those implementations within the formal dated location for the Recommendation (/TR/YYYY/REC-whatever-YYYYmmdd/...).
  • The Working Group will also provide a version of that implementation in the working group's space on the W3C server (/MarkUp), uncoupled from a specific dated version of the associated Recommendation. In the beginning this uncoupled version will be *identical* to the version from the associated Recommendation.
  • If the Working Group identifies a problem with an implementation, and it is possible to solve the problem in a way that is 100 percent backward compatible, then the version in the group's space will be updated in place and an announcement will be sent to the XHTML 2 public email list.
The XHTML 2 Working Group states that the term "backward compatible" should be used only when:
  • The external interface to the module cannot change in any way that would break another module or markup language, either within or outside of the W3C.
  • The content model cannot change in any way that would cause a previously valid document to become invalid.
If either of the above constraints would be violated by a change, the working group will either 1) not make the change, or 2) revise the applicable module. In the latter case, the working group will also change the associated identifiers.
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS
Selamat Datang Website Pribadi Saya.
Mohon ma'af jika tampilannya kurang menarik dan masih sederhana.
karena masih belajar. Buat kamu yang baca saya harap tidak kecewa.
oke deh, saya perkenalkan diri saya Sania Rosyida
yach sesuai dengan namaku sania artinya dua, dan aku adalah anak nomer 2
Rumah aqu  gc terlalu jauh ogg
aq tinggal bersama mami qu dan papi qu
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS


Keajaiban Air Zam-zam dapat 

Menyembuhkan Kencing Batu


Adalah Bapak H. Hariyanto, salah satu jamaah haji asal Blitar yang menuturkan dengan penuh semangat kisah keajaiban air Zam zam yang dialaminya dalam hidupnya ketika menunaikan rukun Islam ke 5 tahun 2006/2007 1427 H.
Sebelum berangkat ke Tanah Suci, Beliau menderita sakit kencing batu atau batu ginjal. Berbagai upaya medis telah dilakukan dan sehari-hari harus mengkonsumsi obat yang diresepkan telah dokter, dan itu berjalan cukup lama.
Beliau menuturkan bahwa ketika kambuh, sakit yang luar biasa dirasakannya. Nah pada saat beliau menunaikan ibadah haji tahun 1247 H, kendala utama yang masih dirasakan adalah penyakit tadi, sehingga dengan semangat yang luar biasa rasa sakit itu terkalahkan oleh kenikmatan bisa manjalankan rukun Islam ke 5 di tanah Suci.
Aktivitas ibadah harian di Masjidil Haram beliau jalankan dengan iringan rasa sakit yang di deritanya dan untuk itu beliau tetap mengkonsumsi obat agar tidak mengganggu kenikmatan beribadah. Sampai suatu ketika, tepatnya ketika hendak pulang dari Masjidil Haram menuju pemondokan di sektor IV Jarwar Taisir, beliau mulai merasakan sakitnya kambuh. Permasalahan mulai muncul ketika obat yang di bawa dari tanah air sudah habis. Padahal menurutnya obat itu sudah dipersiapkan cukup selama berada di tanah Suci.Dengan tertatih pulang ke Pemondokan menggunakan taxi., padahal biasanya pulang dengan jalan kaki sejauh sekitar 1,5 km dari Masjidil Haram.
Sesampainya di Pemondokan, segera ditangani oleh Dokter Kloter dan Perawat Medis. Parahnya, saat itu obat untuk kencing batu di simpanan kloter tidak tersedia. sehingga dokter membuat resep dengan merujuk apotik sekitar sektor Jarwal. Ketua regu dan sejumlah teman segera mencari obat yang diresepkan.
Sementara Bapak H. Hariyanto sudah merintih menahan rasa sakit, hingga beliau mengeluarkan air seni bercampur darah yang sangat banyak. Kepanikan terjadi, sementara Ketua regu dan KBIH telah kembali dari Apotik dengan tangan kosong. Beberapa apotik telah dimasuki, tetapi semuanya obat yang dicaritidak ada. Segala upaya telah dilakukan.
Akhirnya dalam keadaan kepasrahan, dan keihklasan yang memuncak, beliau meminum lebih dari 3 liter air Zam zam yang dibawa dari Masjidil Haram. Dengan berdoa sekuatnya, Zam zam diminum sampai beliau tidak mampu meminumnya lagi. Setelah itu merebahkan diri di atas pembaringan sambil terus berdo’a dan menahan sakit karena keluarnya darah bercampur air seni.
Selang 30 menit lebih, beliau meminta agar diantar ke kamar kecil. karena merasakan ingin buang air kecil. Dengan tertatih dan menahan rasa sakit, menuju ke kamar kecil yang terletak di ujung kamar. Beliau menuturkan, ketika mengeluarkan air seni, tiba-tiba …. terdengar suara DUAKGGGG keras sekali menghantam dinding kamar mandi.
Setengah tidak percaya dicarinya apa yang terlempar dari suara yang timbul tadi, lalu terdengar suara berteriak dari dalam kamar kecil itu kalimat Subhanalloh. Kami yang ada di luar merasa bingung dan ikut kaget, dan ternyata Pak Hariyanto keluar dari kamar kecil dengan air mata berlinang dan senyum kebahagiaan sementara tangan kanannya sambil menggegam Batu sebesar jempol kaki orang dewasa.
“Subhanallah … Allahu Akbar …” berkali-kali beliau meneriakkan kalimat toyyibah sambil menunjukkan batu yang telah bertahun-tahun bersarang di dalam ginjal beliau. Di dalam kamar beliau langsung sujud syukur atas keajaiban yang telah dialaminya. Semua yang ada di dalam kamar melongo, takjub, merinding dan tidak mampu berkata apa-apa kecuali kalimat-kalimat thayyibah
Keajaiban dari Allah SWT, saat itupula hilang semua rasa sakit yang dideritanya. Yang membuat takjub, saat batu itu terlempar, sama sekali tidak terasa sakit.
Subhanallah … Benar apa yang disampaikan Baginda Rasulullah SAW, bahwa Zam zam itu adalah obat yang sesuai dengan apa yang diminta oleh peminumnya.
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS